Langkahan kaki ini mula terasa longlai tiada berdaya,
menahan keperitan yang bertapak di hati sanubari ini,
tatkala diriku ingin mengukir senyuman ria,
namun tamparan duka yang berlalu menerpa,
bukan permintaan diri ini yang inginkan semua itu,
semuanya hadir tanpa ada terlintas di benak fikirku,
tapi lafaz yang zahir telah dikau ungkapkan,
telah menghukum jiwa ini yang berkalung lara,
daku tidak pinta kemewahan bak istana raja,
bukan jua kekayaan yang akan menguntum sandiwara,
jauh tersasar bukan untuk mendamba ria,
namun hanya inginkan sekelumit kejujuran untuk menggamit hati yang hiba,
biar apapun yang dikau pohon,
daku akan cuba untuk memenuhinya,
tapi ternyata,
semua itu hanyalah,
bayangan senyuman riak wajahmu semata-mata,
tiada lain yang daku inginkan,
terimalah daku seadanya dalam dirimu....

No comments:
Post a Comment